Wednesday, November 2, 2011

Puisi Milik Teman ( 3 )

Muchtar Maulana
Ramadhan Tiba

Kubangan lumpur dosa dihati ini terlalu dalam
Tundukan diri sejenak
Bersihkan hati dari segala fana…

Bagai daun disiram embun pagi,
Aku menyambut tiga puluh malam dan tiga puluh hari yang suci ini …

Mentari pun menghangatkan setiap jiwa
Bulan selalu menaungi ibadah malam

Bulan ini telah mengucapkan “ selamat datang “ pada jiwa ini tuk kembali pada-Nya


Arif Yudianto
Sang Pengembala

Dia adalah sekat
Jika kau segores hakikat
Yang putih tetaplah jernih
Yang hitam tetaplah kelam

Dia adalah fatamorgana
Jika kau uforio tentangnya
Yang tabu adalah biru
Harum bunga adalah siksa
Dialah sewujud cinta

Terbit mentari kita ke sana
Senja menyapa pulanglah kita
Karena kitalah sang pengembala


Metri Pujiarto
Lampu Taman

Bising telinga aku
Mendengar langkah urbanisasi
Langkah dari jutaan harapan yang tinggi
Sedangkan di pusat kota begitu semilir
Hembusan angin dari teriakan keluh kesah

Bapak dan ibu menitipkan salam lewat do’a
Agar nanti aku beranjak bersahaja
Namun disini berbaur dengan sampah
Sisa-sisa tak berguna dari orang besar pemalsu sumpah

Gelap semakin redup…
Hilang sadar ku di trotoar jalan
Berharap  lampu terangkan malam

1 comment:

  1. Terima kasih tuk puisinya yang boleh dituangkan di blog aku; ka Utha, ka Arif n ka Metri

    ReplyDelete